Tindakan Bisnis Emirates Group Terhadap COVID-19




Emirates tetap menjalankan operasional kargo, tetapi menunda sementara hampir seluruh layanan operasional penumpang mulai 25 Maret

dnata secara signifikan mengurangi kegiatan operasional, termasuk penutupan operasional sementara di beberapa lokasi internasional yang permintaannya rendah.

Group menerapkan pengurangan gaji pokok untuk sebagian besar karyawan selama tiga bulan, tidak akan memberhentikan karyawan
Mendukung tindakan pemerintah untuk menjaga kesehatan publik

Sejak wabah COVID-19 terjadi, Emirates dan dnata telah menyesuaikan layanan operasional yang sesuai dengan regulasi dan juga permintaan penerbangan. Emirates bertujuan untuk mempertahankan penerbangan penumpang selama masih memungkinan untuk membantu wisatawan kembali ke rumah di tengah meningkatnya aturan larangan perjalanan, pembatasan dan lockdown negara di seluruh dunia.

Emirates akan tetap menjalankan layanan kargo internasional yang sangat penting terhadap ekonomi dan publik melalui armada kargo 777 untuk transportasi barang penting seperti perlengkapan medis ke seluruh dunia.

Dengan banyak berkurangnya frekuensi layanan penerbangan penumpang hingga menghentikan layanan tersebut, dnata juga telah mengurangi layanan operasionalnya secara signifikan, seperti menutup sementara beberapa kantor di seluruh jaringan internasionalnya.

Yang Mulia Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, Chairman and Chief Executive of Emirates Group mengatakan: “Dunia sudah masuk ke dalam masa karantina karena wabah COVID-19. Hal ini merupakan situasi krisis yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam jangkauan dan skalanya: baik dari sisi geografis, kesehatan, sosial maupun ekonomi. Sampai dengan Januari 2020, Emirates Group dapat mencapai target finansial tahunan. Namun, COVID-19 memberikan dampak secara tiba-tiba dan signifikan selama 6 minggu belakangan ini.

Sheikh Ahmed menambahkan: “Emirates Group memiliki neraca keuangan yang kuat dan likuiditas kas yang besar. Kami dapat, dan akan, bertahan melewati masa pengurangan jadwal penerbangan yang lebih panjang dengan tindakan yang sesuai dan tepat, agar siap dan mampu untuk kembali menjalankan layanan secara normal.”

Tindakan pengurangan biaya

Emirates Group telah menjalankan beberapa tindakan untuk membatasi biaya, dengan melihat prediksi terhadap permintaan perjalanan yang akan tetap lemah di seluruh pasar dalam beberapa waktu ke depan, hal-hal ini termasuk:

Menunda atau membatalkan pengeluaran yang tidak wajib
Penghentian semua pekerjaan rekrutmen dan konsultasi yang tidak krusial
Bekerja sama dengan suppliers  untuk berhemat dan melakukan efisiensi biaya
Menganjurkan karyawan untuk mengambil cuti berbayar atau tidak dibayar karena berkurangnya frekuensi penerbangan

Pengurangan gaji pokok sementara untuk sebagian besar karyawan Emirates Group selama tiga bulan, mulai dari 25% hingga 50%. Tunjangan lainnya akan tetap dibayar selama waktu ini. Karyawan level junior akan dibebaskan dari pengurangan gaji pokok ini. Presiden Emirates dan dnata - Sir Tim Clark dan Gary Chapman – akan menerima 100% potongan gaji pokok  selama tiga bulan.
Mengenai keputusan untuk mengurangi gaji pokok, Sheikh Ahmed mengatakan: “Daripada meminta karyawan untuk meninggalkan perusahaan, kami memilih untuk menjalankan pemotongan gaji pokok sementara karena kami ingin melindungi mereka dan mempertahankan karyawan yang bertalenta sebaik mungkin. Kami ingin menghindari memberhentikan karyawan. Ketika permintaan naik kembali, kami juga ingin dapat segera menjalankan layanan kembali dan melanjutkan layanan kami kepada pelanggan.”

Emirates Group memiliki likuiditas yang kuat dengan posisi kas yang sehat tetapi sangat dianjurkan untuk mengambil langkah pengurangan biaya untuk saat ini. Emirates tetap berkomitmen untuk melayani pelanggan dan berharap dapat melanjutkan kembali layanan secara normal saat sudah diijinkan kembali oleh otoritas terkait.

Menjaga pelanggan, karyawan, dan komunitas

Emirates Group terus memantau situasi dan tetap berhubungan dengan otoritas terkait, sehingga dapat menjalankan pedoman terbaru untuk menjaga keselamatan dan kesehatan wisatawan dan karyawan.

Emirates sangat tidak menganjurkan para karyawan untuk melakukan perjalanan yang tidak penting. Oleh karena itu, Emirates menjalankan kebijakan bekerja di rumah untuk semua karyawan jika memungkinkan, melakukan pembersihan dan protokol disinfeksi tingkat tinggi di setiap fasilitas, melakukan pemeriksaan suhu di titik pintu masuk utama kantor, dan meluncurkan kampanye edukasi internal mengenai kebersihan tangan dan kesehatan untuk mengurangi risiko COVID-19.

Beberapa minggu belakangan ini, perusahaan juga menerapkan pembersihan dan  disinfeksi tingkat tinggi di seluruh pesawat dari Dubai sebagai tindakan pencegahan. Emirates juga berkerja sama dengan pihak bandara untuk menerapkan pemeriksaan seperti yang diwajibkan oleh otoritas lokal.

Karyawan yang berada di garis depan seperti awak kabin dan tim bandara juga telah disediakan bantuan agar tetap aman selama bertugas, termasuk menyediakan sanitasi tangan dan masker saat dibutuhkan. Emirates Group mendukung sepenuhnya semua inisiatif untuk menjaga kesehatan komunitas di semua wilayah operasional Emirates, termasuk arahan UEA terhadap COVID-19.

Sheikh Ahmed mengatakan: “Ini belum pernah terjadi sebelumnya di industri penerbangan dan perjalanan, tapi kita pasti dapat melewatinya. Bisnis kami merasakan dampaknya, namun yang paling penting adalah tindakan yang benar untuk pelanggan, karyawan, dan komunitas yang kami layani. Dengan dukungan dan kerja sama yang sudah terlihat dari karyawan, mitra, pelanggan, dan pemangku kepentingan lainnya, kami yakin bahwa Emirates dapat mengatasi tantangan ini dan menjadi lebih kuat.”