Liam Gallagher: Noel Menolak 100 Juta Euro untuk Tur Reuni Oasis

Remaja dan anak muda tahun 90’an pasti mengenal dan tidak asing dengan lagu-lagu dari grup band asal Inggris, Oasis. Hingga pada puncak popularitas mereka, band ini bubar karena pertikaian dua pentolan grup yang juga kakak-beradik; Liam Gallagher dan Noel Gallagher. Tetapi belakangan, rumor mengejutkan datang dari cuitan Liam di Twitter yang menyebut mereka akan reuni.  

Dari keterangan terbaru oleh Liam tersiat adanya potensi reuni untuk grup band dengan tembang lagu fenomenalnya “Don’t Look Back In Anger”. Tapi, setelah mendapat balasan dari cuitan Liam itu, sepertinya para fans Oasis harus bersabar tentang kenyataan reuni karena Noel menolaknya. “Ia telah menolak £100 juta untuk tur reuni Oasis; Noel menjawab bahwa dia belum pernah mendengar tawaran semacam itu,” sebut Liam, melansir rollingstone.

Selanjutnya pada petikan wawancara dengan rollingstone mengungkapkan rencana Liam untuk mengeluarkan album baru. Setelah sebelumnya pada 2014 ia membubarkan grup yang ia bentuk pasca perpecahan Oasis yakni Beady Eye. Kini, seperti disampaikan bahwa ia telah meracik album baru dan menyebutkan album baru in adalah yang terbaik untuk waktu yang lama.

“Saya suka album ini. Ada beberapa lagu bagus di dalamnya. Aku, Andrew [Wyatt], dan Greg Kurstin, dan Simon Aldridge, kami bekerja sama dengan baik, jadi aku beruntung memiliki beberapa penulis lagu yang bagus sekarang,” sebut Liam.

Liam memang diketahui hanya membuat album solo, dan mengenai penggarapan album pertama dan kedua, menurutnya tidak perbedaan yang sinifikan dari karakter keduanya. Jadi, menurut Liam, ia tidak melakukan sesuatu yang sangat berbeda dari album pertama mereka.

“Di album kedua, lagu-lagu bagus, produksi bagus, suara bagus, kata-kata bagus. Dan itu akan sama di album ketiga. Itu genre musik yang saya suka, dan itu jenis musik yang saya pikir para penggemar suka, Anda tahu maksud saya? Kami tidak akan pernah membuat rekaman reggae. Bukannya aku menentang musik reggae, karena aku menyukainya, tapi aku tahu apa yang aku lakukan. Jadi kita akan tetap pada itu.”

Rendah hati
Biarpun Liam menjadi fenomenal melalui Oasis pada masa kejayaannya dulu, tapi sebetulnya dia merasa rendah hati dan tidak terlalu membanggakan diri menjadi seorang penulis lagu hebat dengan tembang-tembang populernya. Liam masih merasa tidak piawai untuk sendiri menulis lagu dan kini ia merasa beruntung dibantu dengan orang-orang pandai di sekelilingnya untuk menulis lagu untuk album solonya.

“Jujur saja, aku masih tidak percaya diri sebagai penulis lagu. Saya tak lebih dari seorang penyanyi. Saya agak aneh, tetapi jika saya harus menulis seluruh lagu, saya pikir itu tidak akan sebaik yang anda dengar saat ini. Saya butuh bantuan. Jadi saya suka menyerahkannya kepada orang-orang yang tahu apa yang mereka lakukan. Saya bisa menulis album, tapi saya pikir itu tidak akan muncul di radio, Anda tahu maksud saya? Saya ingin orang-orang mendengarnya.

Romantisme Oasis
Ketika Liam Gallagher datang ke Indonesia, begitu banyak penggemar yang rindu menyapa sosok mantan vokalis Oasis itu, dan yang lebih penting, para penggemar memang rata-rata di usia dewasa yang ingin merasakan dan mendengarkan lagu-lagu Oasis sebagai romantisme masa remaja mereka.

Begitupun juga, lagu-lagu Oasis terasa seperti hidup hingga saat ini. Banyak sekali penggemar menyukai Oasis dan mereka bahkan merasa grup band ini tidak hilang sama sekali, karena lagunya terasa sangat melegenda di hati penggemar.

Bersamaan dengan itu, Liam pun berkata sama. Ia merasa saat kejayaannya di Oasis dulu adalah tahun-tahun terbaik, berbeda dengan band paska ia lepas dari Oasis. Buktinya, sebagian penggemar ada yang merasa kecewa dan mungkin tidak menghargai Beady Eye.

“Saya tidak mengatakan mereka tidak menghargai, Tapi saya pikir Anda perlu sedikit waktu luang agar orang kembali dan menghargai. Tetapi saya pikir saya dan para penggemar tahu kami perlu waktu untuk saling menjauh sehingga saya bisa melanjutkan,” sebut Liam.

Kemudian, Liam menyatakan bila Beady Eye bukan semata pelabuhan baru setalah ia selesai dengan Oasis. Tetapi memang Liam mengakui jika paska bubarnya Oasis, ia harus tetap maju dan mengerjakan banyak hal di blantika music dunia.

“Ketika Oasis bubar, kami tidak ingin itu terjadi. Tetapi Noel ingin pulang karena dia sudah cukup. Kami merasa bahwa kami harus tetap berada di luar dan di jalan dan terus melakukannya; hanya karena dia (Noel) melompat kapal bukan berarti kita harus…, kau tahu maksudku? Jadi, ya, saya menikmati Beady Eye bertahun-tahun.… Tetapi kami tidak mendapatkan banyak pertunjukan, jadi saya hanya berpikir sudah waktunya untuk berkarier solo. Saya pikir kami membuat beberapa catatan bagus untuk Beady Eye.”