Wisata Unik dan Spiritual di Pura Besakih Bali

Hampir setiap orang memimpikan liburan yang menarik dan sempurna. Begitu juga ketika Anda berencana untuk datang Bali, destinasi wisata dunia milik bumi pertiwi ini. Kebanyaan dari wisatawan pasti ingin semuanya berjalan sesuai dengan harapan mereka. Jadi, kami akan menceritakan kepada pembaca sekalian untuk mengetahui lebih lanjut tentang pulau yang indah ini.

Bali memanjakan Anda dengan keindahan lansekapnya, budayanya yang unik, dan beragam rasa masakan. Makanannya mulai dari tradisional hingga internasional. Pengalaman luar biasa pasti akan menjadi milik Anda jika Anda merencanakannya dengan cermat. Untuk itu, jangan sampai ke tempat yang salah di waktu yang salah.

Cara mengatasi agar liburan anda tepat sasaran, anda harus memulai membuat daftar perjalanan anda atau setidaknya sudah dipastikan tempat-tempat yang anda akan tuju. Mungkin ada tempat-tempat yang tidak ingin Anda kunjungi dan mungkin tidak memenuhi harapan Anda. Jadi lebih baik melakukan pemeriksaan ulang sebelum Anda pergi.

Ada satu tempat yang layak anda kunjungi karena tempat ini merupakan symbol dari kekuatan pulau Bali yang indah. Nama tempat itu adalah Pura Besakih, tempat di mana masyarakat Bali bersembahyang kepada Hyang Widhi atau dalam bahasa awan kita kenal ketuhanan.

Berbagi cerita mengenai Pura Besakih selalu menjadi hal menarik, karena kita tahu Pura Besakih adalah salah satu pura yang terkenal di Bali. Hingga tak jarang wisatawan mancanegara dan wisatawan local datang ke pura Besakih untuk melihat keunikan dan keindahannya.

Pura Besakih
Sudah tidak dipungkiri Pura Besakih memang terkenal di Bali. Sebabnya pun tidak mengherankan karena merupakan kompleks candi terbesar di pulau ini. Letak candi dengan lingkungan alami dan Gunung Agung sebagai latar belakang adalah kombinasi yang sangat spektakuler dan letaknya tepat di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.

Meskipun beberapa orang beranggapan wisata Pura Besakih membuat tak nyaman karena dipaksa untuk memakai sarung. Padahal, penggunaan sarung itu adalah mutlak hukumnya bagi masyarakat Hindu Bali sebagai symbol bersih dengan menghormati tempat para leluhur orang Bali. Tak hanya itu, untuk wanita yang sedang datang bulan diharapkan tidak memasuki area pura. Sarung dapat disewa di tempat-tmpat penyewaan yang ada di sekitar Pura Besakih.

Mungkin, ada sebagian yang memberikan ulasan buruk tentang tempat ini. Namun, jika persoalannya karena didasari oleh penggunaan sarung dan adanya penjualan barang oleh anak remaja dengan setengah memaksa, sebenarnya hal itu anda hanya perlu memaklumi. “Tempat wisata sama saja dengan daerah perputaran ekonomi dan itu bisa menunjang pekerjaan bagi masyarakat setempat. Mungkin caranya saja yang tidak baik,” kata seorang pemandu, bernama Wayan yang juga sekaligus bagian dari pengelola Pura Besakih.

Meski demikian, perlu kami beritahukan, bagi anda yang ingin datang berlibur ke Bali dan ingin ke Pura Besaki, sebaiknya untuk mencoba datang saat adanya upacara besar. Tetapi saat anda datang ke upacara besar itu mau tidak mau anda harus ikut melaksanakan upacara karena anda tidak akan bisa masuk jika tidak ikut upacara. Salah satunya diadakan setiap tahun dan dikenal sebagai 'Betara Turun Kabeh'; itu terjadi sekitar bulan Maret dan April.
Sejarah 
Sebuah prasasti mengatakan Pura Besakih dibangun pada tahun 1284 oleh Rsi Markandeya; pemuka agama Hindu keturunan India mengembara ke Pulau Bali beserta para pengikutnya. Tapi ada juga sebagian dari para ahli sejarah yang yakin kalo cikal bakal Pura Besakih sudah dibangun sejak tahun 163 Masehi, jauh sebelum Candi Borobudur dan Candi Prambanan didirikan oleh Kerajaan Mataram Hindu.

Hingga saat ini, semua dewa di Besakih disembah pada periode waktu yang sama. Hampir semua umat Hindu di Bali akan datang untuk berdoa dalam waktu itu (Maret-April). Pura Besakih akan sangat penuh orang, begitu juga di jalan utama menuju Pura Besakih juga akan diwarnai kemacetan antrian menuju pura persembahyangan.