Eminem Dapat Hujan Kritik: Netizen Anggap Lirik Unaccommodating Mengecilkan Serangan Bom di Manchester

Penyanyi rap terkenal dunia Eminem mendapat hujan kritik dari berbagai penjuru karena dianggap telah membandingkan dirinya dengan pelaku bom bunuh diri Manchester Arena. Rapper kulit putih itu menuai kritik lantaran salah satu lagunya berjudul Unaccommodating, dari album barunya Music to Be Murdered By bertuliskan lirik-lirik controversial. 

Untuk diketahui, lirik-lirik kontroversial yang terdapat di dalam judul lagu ‘Unaccommodating’ milik Eminem dinilai mengangap enteng serangan teror tahun 2017 itu. Padahal, pada serangn terror itu 22 orang terbunuh ketika mereka meninggalkan konser Ariana Grande setelah Salman Abedi meledakkan sebuah bom di tempat pagelaran musik.

Beberapa jam setelah lagu Unaccommodating dirilis, musisi Eminem menghadapi serangan balik di media sosial. Figen Murray, yang putranya yang berusia 29 tahun, Martyn Hett meninggal dalam serangan itu, menyebut lagu itu "pointless".

"Rasanya seperti dia membonceng ketenaran Ariana Grande dan Justin Bieber dan mengatakan hal-hal yang tidak menyenangkan tentang selebriti lain," tulis Murray di Twitter. "Tidak pandai. Sama sekali tidak ada gunanya. Dan sebelum semua penggemar Eminem menerkam saya, saya tidak tertarik dan tidak akan terlibat.”

Murray telah berkampanye dan mengumumkan kepada publlik untuk memperkenalkan Hukum Martyn, yang akan membutuhkan tempat untuk memperkenalkan pemeriksaan keamanan yang lebih ketat. Hal ini juga bersamaan terhadap tindakan seorang pengacara bernama Elkan Abrahamson sebagai pengacara untuk beberapa keluarga yang berduka, dan mengatakan: “Eminem adalah pengkhianat terhadap bakatnya; ini tidak sopan, tidak beralasan, dan kejam yang tidak perlu.”

Kemuakan netizen
Dari beberapa media social seperti twitter dan lainnya, netizen mengungkap kekesalan tentang lagu Eminem karena lirik lagunya. Terutama di Twitter, banyak yang mengatakan mereka jijik dengan lirik itu. Menganggap ini adalah upaya yang menyedihkan untuk mendapatkan perhatian.

“Saya muak bagaimana dia atau timnya yang hanya berpikir ini baik-baik saja? Dia sampah,” tulis seorang netizen. Yang lain mengatakan: “Fakta bahwa Eminem membuat lelucon tentang serangan Manchester dalam lagunya membuat saya muak. Dia tidak bisa keluar dari permasalahan ini. Dia sepenuhnya menyebut namanya (dalam lagu) dan tidak bisa menyangkal sama sekali. Menjijikkan. Betapa tidak sensitifnya Anda untuk mengatakan hal ini."
Kemudian, seorang netizen lainnya meminta rapper untuk menunjukkan rasa hormat kepada mereka yang telah meninggal dan terluka. “Ini sangat kacau! Banyak orang (kebanyakan anak-anak) terluka di konser ini dan beberapa bahkan kehilangan nyawa mereka, dan dia (Eminem) pikir tidak apa-apa untuk menempatkan lirik ini dalam sebuah lagu? @Eminem mungkin mencoba dan memiliki sedikit rasa hormat, dan jangan menggunakan serangan teroris untuk mendapatkan sensasional.”

Tanggapan walikota
Walikota Manchester, Andy Burnham, mengatakan penyampaian Eminem melalui lagu ini tidak mendasar dan sangat mengecilkan peristiwa yang merenggut nyawa puluhan orang yang kebanyakan adalah remaja. Di penggalan lirik lainnya di lagu di Unaccommodating, ia membandingkan dirinya dengan Saddam Hussein dan Ayatollah Khomeini, dan juga merujuk serangan 11 September.

"Ini seharusnya tidak perlu ada, karena ini menyakitkan dan sangat tidak menghormati keluarga yang ditinggalkan dan bisa jadi pengaruh buruk bagi remaja."

Dari berbagai sumber yang kami telusuri, ternyata permasalahan yang sama ini adalah kedua kalinya pelopor rapper kulit putih mereferensikan tentang pemboman arena Manchester di dalam liriknya dari sebelumnya tahun 2018, dengan peringatan yang diucapkan di awal bahwa "tidak ada yang terlarang" untuk mendapatkan reaksi dari kerumunan.
Berikut lirik yang menjadi controversial tersebut:

“Squashed in between a brainwashing machine
Like an Islamic regime, a jihadist extreme radical
Suicide bomber that’s seeing
Ariana Grande sing her last song of the evening
And as the audience from the damn concert is leaving
Detonates the device strapped to his abdominal region
I’m not gonna finish that, for obvious reasons”

Album ini dibantu oleh 11 musisi, dan merupakan album ketiga dalam tiga tahun. Beberapa bintang tamu yang ikut mengisi di album ini termasuk Ed Sheeran, Q-Tip dan terakhir rapper Juice WRLD, yang meninggal pada usia 21 pada bulan Desember.