Seketika Muncul Kerajaan Fiktif di Indonesia, Ini Arti Raja Sesungguhnya dari Film “The King” 2019

Bagi netizen dan masyarakat Indonesia mungkin tersita perhatiannya tentang klaim pendirian kerajaan dari beberapa wilayah di pulau Jawa. Seperti misalnya Kerajaan Agung Sejagat yang sempat viral di media sosial awal tahun 2020 ini dan disusul nama Sunda Empire dan selanjutnya ada Negara Rakyat Nusantara. Apa penyebab dari tindakan masyarakat seperti ini, apakah mereka sudah tidak percaya dengan Negara atau apakah mereka mengangap Negara sudah tidak ada untuk mereka? 

Adanya fenomena social ini membuat sebagian masyarakat tertawa dan tergelitik mengetahuinya. Di jejaring sosial, netizen bahkan terbahak-bahak tertawa dan menganggap mereka para pengklaim kerajaan ini ‘halusinasi’ atau sekedar main-main belaka.

Kita memang tahu sedari dulu, bahkan sejak dari kita sekolah sejarah selalu mengajarkan bahwa bangsa kita bahkan dunia ini sebelumnya terdiri dari kerajaan-kerajaan. Jika di Indonesia misalnya, ada kerajaan Majapahit, Gajahmada, Kutai Kartanegara dan masih banyak lagi.

Menurut pakar Sosiologi dari Universitas Padjajaran, Ari Ganjar menyebutkan bahwa penentuan sakit secara mental dari orang-orang yang membangun ‘kerajaan’ tersebut tidak bisa ditentukan dari pihak kepolisian sekalipun. Jadi menurutnya, hanya psikoog dan ahli kejiwaan yang bisa menentukan bahwa mereka mengalami gangguan kejiwaan atau tidak.

“Tidak bisa pejabat semisal gubernur atau siapapun bilang itu orang stress harus pakar. Bukannya Bandung memiliki indeks kebahagian yang tinggi kenapa bisa sampai ada yang stress gitu jangan-jangan ada permasalahan sosial," katanya.

Kisah Raja sesungguhnya
Mengacu pada fenomena itu, sebenarnya kita bisa melihat bagaimana kehidupan kerajaan secara sistemik dapat dijalankan. Tentunya salah satu syaratnya adalah memiliki pengikut atau warga dan pemimpin atau raja dan ratu. Biar secara gamblang dapat dijelaskan, anda bisa melihatnya dalam sebuah film yang telah direlease tahun lalu berjudul “The King”.

Film The King atau diartikan Sang Raja ini disutradarai oleh David Michôd yang juga menyutradarai film Animal Kingdom. Diperankan oleh Timothée Chalamet, seorag actor yang termasuk paling menarik dari generasinya pada usia 23 tahun.
Cinematografi 
Set gambar mencerminkan pada abad pertengahan dengan memasukan hamparan yang luas yang mengambil kebebasan dengan karya Bard. Set gambar ini secara tegas berpandangan ke arah penyajian sejarah dan pelajaran kontemporernya, Chalamet berperan menjadi Raja Henry V dari Inggris pada 1413, dan Chalamet berhasil melakukan sesuatu yang muda dan matang lengkap dengan tatapan merenung dan potongan rambutnya yang serius. Tetapi sebelum dia bingung dan dilahap oleh ketakutan pertempuran Agincourt yang legendaris itu, penonton seakan diajak bertemu sosok dengan pangeran terlebih dahulu.

Kisah Raja baru 
Chalamet yang terkenal, dalam adegan meminum minuman keras bersama temannya Falstaff (Joel Edgerton) yang sama tidak peduli dengan lingkungan saat mabuk. Saat itu, seorang raja yang masih berkuasa, Henry IV (Ben Mendelsohn) adalah seorang yang kejam dan tidak berperang tapi memerankan figure yang keras dan pemarah, sangat menakutkan akhirnya diceritakan mati.

Karena yang  lebih penting dari itu kemudian, Chalamet harus berperan sebagai raja karena menggantikan ayahnya dan memimpin perang besar-besaran dan mendapatkan suntikan dari bangsawan Hotspur (Tom Glynn-Carney) yang sulit diatur.

Film “The King” memberi kita gambaran yang jelas tentang seorang anak muda yang terbagi antara tanggung jawabnya yang baru ia temukan dan keyakinan yang pasifis. Menjadikan versi Henry V (Chalamet) yang pendiam dan berbeda dari interpretasinya sendiri. Chalamet unggul dalam hal emotik dengan tajam melalui matanya.
Sejatinya, seorang raja menerima takhta dengan serangkaian keputusan berat dan banyak yang meragukan, peran Hal memang meninggalkan sekutu temannya. Banyak orang sekitarnya dengan mudah menjatuhkan raja sebelumnya, termasuk Ratu Philippa dari Denmark (Thomasin McKenzie), yang, dalam sebuah adegan singkat, menasehati kakaknya Hal tentang motif tersembunyi dengan tidak menjadi pendukungnya.

Film ”The King” menampilkan sederetan bakat yang mengesankan yang datang untuk menyelamatkan film ini. Fitur penting dari skrip ini adalah membuat setiap karakter benar-benar menguasai peran mereka dengan sangat luar biasa.