SenS Hotel Kembali Gelar Donor Darah, Ada Makna Kemanusiaan di Dalamnya


SenS Hotel Ubud Bali kembali mengadakan acara yang punya nilai kemanusiaan di dalamnya. Diantaranya adalah donor darah, yang diadakan pada Rabu (18/12/2019) di lantai 3 di SenS Hotel.

Kepada Moreschick, Cluster Marketing Communications Manager SenS Hotel, Puspita Sari menyatakan kegiatan rutin ini merupakan cara SenS (dalam bahasa Perancis dibaca Song) untuk membantu dan mendukung mereka yang kekurangan dan memerlukan darah. Dengan begitu, pihak hotel pun menjalin kerja sama dengan PMI Gianyar dan Bali Hotel Asosiasi (BHA).

“Kita selalu membuat poster atau iklan untuk kegiatan amal ini dan menyertakan PMI Gianyar dan Bali hotel Association,” kata Puspita, yang akrab disapa Pita.  

Kemudian, acara donor darah yang terbuka untuk umum dan diselenggarakan oleh SenS ini mengundang banyak pihak hotel di Ubud dan pihak manapun untuk berkenan melakukan donor darah. Pita menambahkan, donor darah ini dilakukan rutin hingga 3 bulan sekali. Salah satu alasannya sebab jangka waktu minimal seseorang untuk melakukan donor darah yakni 3 bulan.

“Standar donasi darah kan selama 3 bulan, selain itu donor bagus meregenerasi sel tubuh, mengurangi kalori dan membuat awet muda. Itulah kelebihannya, karena ada juga tubuh yang darahnya pekat dengan donor bisa refresh,” jelasnya kepada Moreschick sembari berbincang di Yonne Café & Restaurant.

GM yang rutin donor
Saat berlangsungnya donor darah, sejumlah karyawan SenS turut serta mendonorkan darahnya. Terlebih, General Manager SenS, Sven Remo ikut mendonorkan darahnya. Bahkan menurut Pita, Sven sangat rutin mendonor dan terhitung sudah lebih dari 30 kali.

“Beliau memang tubuhnya support untuk bisa membantu. Contohnya ada yang ingin membantu donor tetapi tidak bisa karena tensinya tidak memenuhi syarat dan HB-nya juga tidak memenuhi,” sebut Pita.  

Dalam kesempatan itu juga diketahui ada yang tidak diperboehkan mendonor karena setelah dicek,  pihak PMI menyebut terdapat beberapa syarat mendonor yang tidak terpenuhi. Karenanya menurut Pita, jika terjadi hal seperrti ini tidak boleh dipaksakan.

“Kita tidak bisa memaksakannya, karena ada standar minimum HB yaitu 12,5 gram/desiliter. Harus sesuai dengan standarisasi dari PMI.”  

Kelebihan dari donor
Selanjutnya, kelebihan dari donor darah adalah bisa melakukan cek kesehatan gratis dan  prosedurnya sudah melalui standar medis. Kemudian, dari situ akan diketahui apakah ada penyakit-penyakit yang riskan dan apakah ada virus-virus yang membahayakan. Tetapi kalau pun tidak lolos untuk donor dan ternyata diketahui ada virus di dalam tubuh, seorang pendonor itu akan diberitahukan oleh PMI langsung kepada si pendonor.

Dalam persoalan ini pihak PMI akan merahasiakan apa yang terjadi dengan pendonor, atau virus apa yang ada di dalam tubuh pendonor itu. Selanjutnya PMI akan menindaklanjutinya untuk pendonor itu datang ke PMI. Umpama tidak bisa dilakukan medical check up maka akan diberikan surat rujukan virus nya.

“Karena kondisi tubuh manusia kan tidak selalu fit, misalnya saja ada yang baru 6 bulan bikin tattoo, dan melakukan donor darah. Nah, ketika donor, itu katanya bisa bikin sakit si pendonor. Inilah yang harus kita tahu, seberapa bagus kondisi kita dan sejauhmana kita tidak boleh donor,” paparnya.  

Terakhir yang disampaikan Pita mengenai donor darah ini adalah harapan pihak SenS Hotel untuk bisa membantu sesama manusia yang membutuhkan.

“Kita tahu di suatu rumah sakit juga kan tidak semua golongan darah ada saat dibutuhkan, maka ini adalah cara yang kita buat untuk bisa membantu dan apresiasi kepada yang sangat membutuhkan,” tutup Pita.