Breaking

Tuesday, 19 November 2019

Budaya Pop Korea Kian Mengakar di Indonesia, Perkenalkan Mc Kay



Indonesia termasuk Negara yang beralkulturasi dengan budaya pop Korea. Buktinya saja, artis Korea seringkali menggelar konser di Indonesia dan begitu diminati oleh kawula muda masa kini. Salah satunya yang akan Moreschick perkenalkan adalah penyanyi muda asal Korea Selatan Mc Kay.

Korea Selatan memang sudah sangat melekat di hati sebagian masyarakat Indonesia, terutama kaum mudanya. Gejala gelombang Korea (Korean Wave) atau Hallyu di dalam bahasa Korea tampaknya tidak bisa dibendung di era keterbukaan internet seperti saat ini. 

Terlepas dari itu semua, menarik untuk kita pikir bersama bagaimana negara seperti Korea Selatan mampu menancapkan "akarnya" begitu kuat melalui industri kreatifnya baik berupa sinetron, film, musik maupun kulinernya kepada generasi muda Indonesia, serta mampukah kita melakukan hal yang sama?

Terminologi Hallyu pertama kali diperkenalkan ke publik sejak pertengahan 1990. Pasar pertama industri kreatif Korea Selatan adalah rakyat China. Keberhasilan industri ini diterima di kalangan masyarakat China, kemudian menjalar ke pelbagai negara tetangga seperti Jepang pada 2003, dan beberapa negara Asia lainnya.

Puncak keberterimaan Hallyu di seluruh dunia barangkali terjadi pada akhir 2012 ketika penyanyi Psy membawakan sebuah lagu serta gerakan yang sangat fenomenal yang sudah ditonton oleh lebih dari 3 miliar penonton di kanal Youtube: Gangnam Style! Sejak saat itu, Hallyu merambah tidak hanya untuk kalangan Asia, namun juga Eropa, Amerika Serikat hingga Australia.

Profile Mc Kay
McKay berdarah campuran Korea-Amerika yang lahir dan besar di San Diego, California. Talenta bernyanyi McKay diturunkan oleh sang Ibu yang merupakan penyanyi populer di tahun 1980-an tergabung dalam Girlgroup pertama di Korea bernama “Jjakkgoong”.

McKay mengawali dunia bermusik sejak berusia 12 tahun melalui pelayanan gereja sebagai pemain drum. Kemudian menjadi pemain gitar akustik sampai akhirnya menjadi vokalis utama di band gerejanya. Ia menjadi pemimpin pujian selama 3 tahun dan disanalah hobi bermusiknya beralih menjadi karir.

Karir profesional McKay sebagai penyanyi dimulai saat mengikuti ajang pencarian bakat “KPOP STAR SEASON 2”. Salah satu juri kenamaan menempatkannya sebagai penyanyi trio bernama “The Raccoon Boys” yang berhasil menduduki peringkat 5 teratas selama acara tersebut berlangsung.

Usai ajang pencarian bakat, McKay meneruskan karirnya dibawah naungan agency kecil di Korea, Dorothy Company. Selama 3 tahun, Ia menjadi anak didik salah satu Penyanyi balad legendaris korea, Shin Seung Hun dan berhasil menelurkan 2 lagu yaitu Single debutnya berjudul “Angel 2 Me” dan “Month of June”. Selanjutnya, McKay menjadi artis freelance bekerja sama dengan salah satu produser terkenal Korea, 220.

Bersama 220, ia merilis banyak single lagu dan cover lagu termasuk single ke-3 nya “You Will Never Know” yang sudah didengar lebih dari jutaan kali di spotify. Beberapa lagu yang di cover-nya di YouTube sudah dilihat lebih dari 3 juta kali. Ia juga mengisi soundtrack untuk Korean Original Youtube Series berjudul, “TOP Management” dan menulis lirik bahkan menjadi produser banyak lagu untuk beberapa penyanyi terkenal, seperti Loona, Astro, termasuk penyanyi legendaris, Lee hyori dan Boyband “Shinwa”.

McKay sengaja meng-cover lagu milik Rizky Febian “Cukup Tau” untuk memberikan hadiah kepada fans-nya di Indonesia. Keputusan ini justru membuatnya semakin populer di Tanah Air. Fans McKay tersebar di berbagai negara di Asia, namun fans-nya di Indonesia tercatat paling banyak. Hal inilah yang membuat McKay melirik industri musik Indonesia.

Mimpi McKay adalah menjadi produser dan penulis lirik terkenal di Dunia, untuk itu Ia memiliki banyak ketertarikan di berbagai genre musik, bahkan ia sangat bersemangat dalam menciptakan karya untuk orang lain. Dalam bermusik, ia suka mengeksplorasi berbagai genre, termasuk Jazz, Funk, Hip-hop dan Folk.

Banyak penyanyi yang menjadi panutannya dalam berkarya antara lain John Mayer, Jason Mraz, Craig David, Ne-Yo, dan masih banyak lagi. Mckay juga punya ketertarikan untuk lebih menggali dan menciptakan lagu bernuansa pop trendi seperti Charlie Puth, Shawn Mendes, Lauv, dan Maroon 5 yang memang  menjadi favorit Mckay saat ini.

Tujuan McKay berpindah ke Indonesia adalah untuk menjaring lebih banyak fans melalui karyanya. Ia menemukan banyak kesamaan antara musiknya dan pasar di Indonesia. Ia percaya bahwa ia mampu memperkenalkan gelombang musik baru yang disukai oleh penikmat musik Indonesia. 

Dengan kemampuannya menulis lirik ia juga berharap dapat bekerja sama dengan para penyanyi Indonesia untuk memberikan warna baru di dalam musik mereka. Dan bukan hanya dalam hal musik, ia pun merasa semua yang ada di Indonesia (baik itu budaya, cuaca dan penduduknya) bersinergi dengan kepribadian Mckay yang diharapkan  bisa membuat karyanya lebih baik lagi.

“It’s You” adalah single terbaru McKay yang ditulis sendiri olehnya, bernuansa akustik pop dan terasa modern namun diwaktu yang sama mengingatkan kita akan “classic love song”. Lagu ini menceritakan tentang ekspresi cinta yang kita miliki untuk pasangan kita. Menurut McKay, 

Terkadang cinta akan lebih mudah di ekspresikan melalui musik. Lagu ini membuat siapapun yang mendengarkan akan merasa bahagia dan teringat dengan perasaan ketika pertama kali jatuh cinta. Dan sudah pasti lagu ini bisa didengarkan tidak hanya saat ini tapi masih bisa dinikmati kapan saja.
Setelah merilis “It’s You”, McKay berencana merilis single lainnya. 

Ia juga akan mengisi banyak acara, konser dan festival musik di Indonesia maupun negara lainnya. Ia juga akan mengisi kanal YouTube-nya lebih profesional dan ia akan memperluas karirnya serta tidak menutup kemungkinan untuk ide atau tawaran lain di luar dunia musik. McKay mempunyai banyak potensi dan masih memilik banyak rencana untuk karir bermusiknya. Ini hanya soal waktu bagaimana penikmat musik mau mengenal musik Mckay lebih dalam.

No comments:

Post a Comment