Breaking

Sunday, 1 September 2019

13 Peserta Indonesia Menuju Broadway Kembali dari New York, Membawa ‘What I Did For Love’


Setelah melalui proses panjang, 13 peserta terpilih Indonesia Menuju Broadway yang diinisiasi oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akhirnya menginjakkan kaki ke jantung industri teater broadway, New York, Amerika Serikat. 

Mereka mendapatkan kesempatan eksklusif untuk berkolaborasi bersama tim broadway papan atas yang terdiri dari sutradara, direktur musik, koreografer, dan tim pendukung produksi broadway pada 8 – 12 Juli 2019.

Indonesia Menuju Broadway merupakan sebuah program beasiswa pelatihan bagi seniman muda untuk mendapatkan ilmu panggung dengan standar broadway di Indonesia. Kegiatan yang menjadi bagian dari program ruang kreatif Bakti Budaya Djarum Foundation dengan berkolaborasi bersama Organisasi peraih Premiere Award-Winning Global Arts Education StudentsLive dan Passport to Broadway, New York yang didirikan oleh Sutradara Artistik Amy Weinstein pada tahun 2000.

“Ini merupakan kerjasama perdana Bakti Budaya Djarum Foundation dengan StudentsLive dan Passport to Broadway yang memberikan program pelatihan broadway intensif bagi para seniman muda dari seluruh Indonesia dalam pendidikan seni teater musikal. Peserta terpilih ini memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman interaktif melalui program pelatihan teater yang diajarkan oleh para ahli broadway terbaik dan terlatih. Mereka juga berkesempatan mengikuti pelatihan intensif dari para aktor, tim produksi, dan tim kreatif dari broadway yang disiplin dan terlatih pada tingkat yang tertinggi oleh StudentsLive Passport to Broadway,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Selama 5 hari, para peserta ini memiliki kesempatan eksklusif untuk berkolaborasi bersama spesialis teater musikal terbaik dan memainkan karya-karya musikal broadway ciptaan penulis dan komposer terbaik dari Amerika Serikat. Peserta terpilih ini juga melihat langsung pertunjukan broadway dan mendapatkan akses untuk bertemu langsung dengan para artis broadway.
“Para peserta Indonesia yang hadir di New York ini datang dengan latar belakang seni teater musikal yang minim dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, namun hal itu tak menurunkan semangat mereka untuk belajar dengan tekun dan giat untuk mengikuti broadway masterclass dari artis-artis broadway terbaik. Mereka juga menyaksikan sejumlah rekomendasi pertunjukan broadway yang dapat memberikan pemahaman lebih akan dunia seni peran ke tingkat yang lebih tinggi sehingga melengkapi pelatihan yang telah mereka dapatkan di sini,” ujar Amy Weinstein, Sutradara Artistik dari StudentsLive - Passport to Broadway.

Di akhir pelatihan, para peserta menampilkan hasil pelatihan intensif mereka dalam showcase bertajuk What I Did For Love yang menampilkan lebih dari 40 lagu-lagu broadway yang dikemas dalam sebuah pertunjukan musikal unik. Pertunjukan yang dirancang khusus untuk menampilkan kemampuan seni peran teater musikal mereka ini digelar di Symphony Space (2537 Broadway at 95th Street), New York, Amerika Serikat pada hari Jumat  (12/7) yang lalu.

Sekembalinya ke Indonesia, ke-13 peserta Indonesia Menuju Broadway ini kembali menampilkan showcase ‘What I Did For Love’ yang digelar di Soehanna Hall, Jakarta, hari ini (27/8). Pertunjukan yang berdurasi 60 menit ini menampilkan lagu-lagu broadway seperti Getting Married Today (Company), Kander and Ebb’s  “We Both Reached For The Gun” (Chicago), Tim Minchin’s  “When I Grow Up” (Matilda), Marvin Hamlisch and Edward Kleban’s “What I Did For Love” (A Chorus Line), Barry Manilow, Bruce Sussman and Jack Feldman’s  “Man Wanted” (Copacabana), Kander and Ebb’s  “And The World Goes Round” (dari penampilan dengan nama yang sama), dan banyak lagi lainnya.
Indonesia Menuju Broadway ini diawali dengan pendaftaran peserta pada 10 – 28 Januari 2019 melalui website www.indonesiakaya.com dan diikuti 672 peserta. Dari jumlah tersebut kemudian terpilih sekitar 243 peserta yang mengikuti proses audisi bersama para juri yang berbakat dan berpengalaman di dunia seni pertunjukan, seperti Ari Tulang, Garin Nugroho, Andrea Miranda, dan Ufa Sofura. Peserta yang mengikuti audisi sangat beragam, mulai dari pelajar, pekerja seni, lulusan ajang pencarian bakat, penyanyi yang sudah memiliki album, penari, hingga pemain film yang pernah masuk nominasi dan memenangkan Piala Citra. Audisi oleh para juri ini berhasil memilih 70 orang peserta yang berhak masuk tahap selanjutnya. Namun, dalam perjalanannya ada 2 orang yang mengundurkan diri sehingga tersisa 68 peserta yang berhak mengikuti program intensif bersama para pengajar dari StudentsLive - Passport to Broadway.

68 peserta terpilih ini kemudian mendapatkan pelatihan intensif dari Sutradara Artistik Amy Weinstein, sutradara artistik (bersama Annette Cardona (Cha Cha dari film Grease) menyutradarai pertunjukan musikal Second Chance), Seth Weinstein, direktur musik (menjalani tur internasional The Phantom of the Opera), dan Stephen Brotebeck, konsultan koreografer (Ghost the Musical on Broadway and Peter and the Starcatcher on Broadway). Melalui pelatihan intensif yang diselenggarakan pada 20 - 24 Februari 2019 di Balai Resital Kertanegara, Jakarta terpilih 16 orang yang berhak mendapatkan pelatihan lanjutan bersama para ahli broadway lainnya. Karena satu dan lain hal, menjelang keberangkatan hanya 13 peserta terpilih yang akhirnya diberangkatkan oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ke New York, Amerika Serikat.

“Pemilihan 13 peserta terpilih Indonesia Menuju Broadway ini telah melalui jalan yang panjang dan ada banyak proses yang harus kita lalui. Namun, semuanya terbayar lunas ketika menyaksikan para seniman muda Indonesia ini begitu antusias mengikuti setiap kelas yang diberikan dan memberikan penampilan terbaik mereka dalam showcase di hadapan tim broadway papan atas New York. Antusiasme yang ditunjukkan para penonton semakin membuat kita optimis bahwa suatu saat akan ada seniman Indonesia yang berhasil menembus broadway internasional,” ujar Renitasari.
13 peserta terpilih yang berangkat dan mendapatkan pelatihan broadway di New York ini, antara lain:
1. Adyla Rafa Naura Ayu
2. Aldafi Adnan Hutomo
3. Dasrizal
4. Desmonda Cathabel
5. Evelinn Kurniadi
6. Galabby Thahira
7. Gerardo Cristopher Jonathan Tanor
8. Lil'li Latisha
9. Muhammad Qardhawi Gad El Haq
10. Ni Made Ayu Raharsini Gurnitha
11. Palka Kojansow
12. Putri Indam Kamila
13. Stephanie Mariska Setiawan

PERPANJANG KERJA SAMA HINGGA 2021
Setelah sukses memberangkatkan ke-13 peserta Indonesia Menuju Broadway ke New York, Amerika Serikat, Bakti Budaya Djarum Foundation melanjutkan kerja sama dengan StudentsLive dan Passport to Broadway, New York sampai dengan 2021. Kerja sama yang baru ini memberikan kesempatan lebih luas kepada para pekerja seni di Indonesia untuk mengikuti kursus online dalam tahap lanjutan dan kurikulum yang dirancang khusus bersama tim kreatif StudentsLIve – Passport to Broadway dan para pelatih profesional pada 2020 mendatang yang dapat diakses melalui www.indonesiakaya.com. Para pekerja seni dari berbagai bidang dapat mengikuti kursus online ini untuk mendapatkan dasar pelatihan sebelum mengikuti audisi Indonesia Menuju Broadway dan mendapatkan kesempatan bertemu para profesional broadway di New York.

“Dari audisi Indonesia Menuju Broadway yang kami lakukan di awal tahun kemarin menunjukkan atensi yang sangat besar dari generasi muda Indonesia untuk mengenal broadway. Karena itu, kami memutuskan untuk memperpanjang kerja sama dengan StudentsLive dan Passport to Broadway untuk memberikan kesempatan pada pekerja seni di Indonesia guna meningkatkan kemampuan mereka dalam pertunjukan musical mereka dan memberikan kesempatan dan akses mereka untuk tampil di broadway dan menembus teater di Amerika Serikat suatu saat nanti,” tambah Renitasari.
Dalam 18 tahun terakhir, StudentsLive - Passport to Broadway telah menarik lebih dari 350.000 peserta dari beragam latar belakang budaya, etnis, dan sosial ekonomi yang berbeda. Mereka terus mendukung pembelajaran alternatif, ragam peluang lintas budaya dan interdisipliner yang diperuntukkan bagi penonton baru serta menciptakan, mengembangkan, mengelola, dan menerapkan kurikulum teater National Standard dan Broadway Educational Workshops and Materials untuk mendukung berbagai sekolah di seluruh dunia melalui pelatihan, perekrutan, dan pengorganisasian dari tim Broadway Artists and Professionals. Program-program ini memungkinkan para pelajar maupun seniman generasi muda untuk menjadikan seni sebagai bagian utama kehidupan mereka dan mampu mengeksplorasi beragam seni, tidak hanya sebagai kegiatan tambahan atau hanya sebagai penonton di dalam sebuah pertunjukan broadway.

Tidak hanya di Indonesia, StudentsLive-Passport to Broadway juga memperluas kerja sama secara global dan menjangkau negara-negara mitra lainnya seperti, Cina, Jepang, Brasil, Guatemala, Korea Selatan, dan Italia untuk menampilkan bentuk seni Teater Musikal Broadway yang unik ini.

No comments:

Post a Comment