Breaking

Tuesday, 20 August 2019

Rayakan Kemerdekaan dalam Lakon ‘Sumpah Pejuang’ dari Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih dan Yuki Kato

Galeri Indonesia Kaya bersama Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih dan Yuki Kato mempersembahkan sebuah lakon bertema patriotik yang bertajuk Sumpah Pejuang. Lakon ini sekaligus untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia.  

“Senang rasanya, tahun ini saya dapat berpartisipasi dalam perayaan kemerdekaan dengan berperan sebagai Euis dalam lakon Sumpah Pejuang di Galeri Indonesia Kaya. Selain bisa ikut merayakan kemerdekaan bersama para penikmat seni, partisipasi saya dalam lakon ini juga menambah wawasan saya tentang kebudayaan sunda. Semoga pementasan ini dapat menjadi sajian menghibur para penikmat seni di akhir pekan,” ujar Yuki Kato.

Selama kurang lebih 60 menit, Auditorium Galeri Indonesia Kaya diramaikan dengan suara tawa dari para penikmat seni yang terhibur dengan gaya komedi khas sunda yang menjadi ciri khas dari Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih. Lakon ini mengisahkan seorang gadis bernama Euis yang mencintai seorang pejuang bernama Toha, namun hubungan mereka ditentang oleh kedua orang tuanya. Mendengar Toha akan pergi bertugas, Euis pun mengajak Toha untuk kawin lari, namun ajakan Euis ternyata ditolak Toha karena ia lebih memilih tugas dari pada menikah, Euis pun sedih dan kecewa akan keputusan kekasihnya.
Tidak berapa lama setelah ditinggal kekasihnya bertugas, Euis mendengar kabar bahwa Toha gugur dalam melaksanakan tugasnya. Tiba-tiba Euis mendapat sepucuk surat dari Toha yang bertuliskan "meski kita tidak bisa bersatu namun sumpahnya untuk mengusir penjajah dari negerinya sudah tercapai meski nyawa taruhannya", Euis merasa sedih namun juga bangga bahwa kekasihnya itu seorang pejuang yang berjiwa besar dan pemberani.

“Kemerdekaan yang kita rasakan saat ini merupakan hasil perjuangan dari para pahlawan yang telah berjuang dalam melawan penjajah. Tepat di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini, kami bersama Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih ingin merayakannya dengan sebuah sajian yang menarik dan dapat menanamkan jiwa nasionalis yang tinggi kepada generasi muda. Semoga lakon ini dapat menyadarkan generasi muda tentang pengorbanan dan juga perjuangan yang harus dilakukan oleh para pahlawan demi kemerdekaan yang kita rasakan saat ini,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Yuki Anggraini Kato atau Yuki Kato merupakan aktris Indonesia kelahiran Malang, 2 April 1995, karirnya dalam dunia hiburan dimulai saat masih kecil dengan membintangi beberapa judul sinetron di layar kaca. Selain bermain sinetron, perempuan yang memiliki keturunan Jepang ini juga beberapa kali membintangi beberapa film layar lebar dan FTV. Yuki beberapa kali mendapatkan berbagai penghargaan seperti Aktris Pemeran Utama Terfavorit, Aktris Utama Ngetop, dan Pemeran Utama Wanita FTV Terpuji dan Terbaik dalam berbagai ajang. Yuki Kato juga pernah menjadi bintang tamu dalam acara Indonesia Menari di Jakarta pada tahun 2017.
Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih adalah Sandiwara Sunda dengan nama seorang Diva Sandiwara Sunda pada tahun 1928 asal Sumedang, yaitu Miss Tjitjih. Pada tahun 1926 seorang gadis cantik bernama Nyi Tjitjih yang biasa bermain sandiwara berbahasa Sunda ditemukan oleh Aboebakar Bafaqih, seorang Arab-Indonesia kelahiran Bangil (Jawa Timur) pemilik Sandiwara Keliling atau Komedie Stamboel 1891-1903) yang sedang mengadakan pertunjukan keliling di Jawa Barat.

Di daerah Sumedang Bafaqih menemukan Nyi Tjitjih (usia 18 tahun pada waktu itu) yang sedang bermain dengan Tonil Sunda. Bafaqih langsung tertarik mengajaknya masuk ke dalam perkumpulan sandiwara bentukannya, Opera Valencia. Ajakan Bafaqih tersebut disambut baik Nyi Tjitjih. Mulai saat itu Nyi Tjitjih menjadi bagian dari Opera Valencia.

No comments:

Post a Comment