Breaking

Friday, 5 July 2019

Wayang Guyon: "Punakawan The Peace Maker" Persembahan HUT 472 Semarang


Dalam rangka merayakan HUT kota Semarang ke-472 yang jatuh pada 2 Mei 2019 lalu, Pemerintah Kota Semarang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation menyelenggarakan sebuah pagelaran wayang guyon bertajuk ‘Punakawan The Peace Maker’ di Taman Indonesia Kaya yang juga bekerja sama dengan kelompok seni Wayang Orang Bharata dan Tirang Community.  

Pagelaran ini dimeriahkan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G. Rahayu, publik figur seperti Indy Barends dan juga Indra Bekti. Selain Jajaran Pemerintah Kota Semarang, ada juga keterlibatan Wayang Jurnalis dari kota Semarang, mulai dari reporter, fotografer, dan presenter lintas media antara lain TVRI Semarang, Suara Merdeka, Tribun Jateng, Jateng Pos, Semarang TV, dan Galeriwisata.com. Selama proses latihan, seluruh pemain menunjukkan semangat yang besar untuk mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat kota Semarang.

“Pagelaran Wayang Guyon di Taman Indonesia Kaya ini merupakan salah satu rangkaian dari perayaan HUT Kota Semarang yang jatuh pada 2 Mei kemarin. Segenap jajaran Pemerintah Kota Semarang, rekan jurnalis Semarang, dan kelompok seniman asal Jakarta dan Semarang bekerja sama untuk memberikan sajian yang menghibur bagi masyarakat kota Semarang. Ditambah dengan penampilan istimewa dari Indy Barends dan Indra Bekti turut menyemarakkan panggung Taman Indonesia Kaya malam ini,” ujar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

“Pagelaran ini juga menjadi acara pembuka dari program Semarang Great Sale (SemarGres) yang dilaksanakan mulai 28 Juni hingga 28 Juli 2019. Dengan konsep berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kami harap rangkaian perayaan HUT kota Semarang dapat meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke kota Semarang serta melihat keindahan kota Semarang, terlebih dalam bulan Juli mendatang akan banyak sekali event bertaraf nasional hingga internasional yang digelar di kota Semarang, mulai APEKSI, Semarang Night Carnival dan pawai budaya, Kejuaraan MXGP of Asia 2019, hingga Asean School Games. Sehingga ini akan menjadi sebuah momentum yang baik untuk semakin banyak menarik kunjungan wisatawan ke Kota Semarang“ sambungnya.
Selama kurang lebih satu setengah jam, Punakawan The Peace Maker yang dalam tradisi dikenal dengan Punakawan Sungging, menceritakan tentang liku-liku cinta antara Abimanyu dan Siti Sendari yang dibumbui dengan canda dan romantika. Sebagaimana motif cerita Panji di dalam cerita ini ada penyamaran, percintaan, petualangan, konflik lalu diakhiri dengan akhir yang bahagia.

Singkat cerita, seorang Resi bernama Begawan Jolo Watoro mempunyai anak pungut, seorang gadis bernama Endang Nirasmara. Keelokan wajahnya mengundang banyak pelamar datang untuk mempersuntingnya. Nirasmara kemudian mengumumkan sebuah sayembara untuk mencari pasangan hidup. Datanglah para pelamar dari seluruh penjuru negeri, bahkan para konglomerat, saudagar dari Tionghoa dan pedagang dari Arab yang awalnya akan melakukan bisnis di SemarGress (Semarang Great Sale) justru ikut melamar Endang Nirasmara.

Prabu Bolodewo, Raja Mandura, datang melamar untuk Pangeran Lesmono, Putera Mahkota Astina. Para Punakawan, Gareng, Petruk dan Bagong juga datang melamar, mereka diutus oleh Semar melamar Nirasmara untuk dijodohkan dengan Joko Panandhang, anak pungut Semar. Nirasmara kemudian mengumumkan syarat, siapapun boleh meminangnya asalkan bisa menghadirkan Pandawa, Kresno, dan Bolodewo lengkap dengan pusakanya.

Prabu Bolodewo segera pergi ke Amarta, di sana ia minta kepada Pandawa dan Kresno untuk membantunya meminjamkan pusaka dan hadir ketika Punakawan melapor ke Semar mengenai syarat yang diminta Nirasmara. Semar lalu memanggil Wisanggeni untuk mencari solusi. Wisanggeni kemudian menyulap para Punakawan, Togog dan Mbilung menyamar sebagai Pandawa, Kresno dan Bolodewo.

Kelucuan, kekonyolan, kekikukan pasti terjadi ketika para Punakawan itu memerankan tokoh Pandawa, Kresno dan Bolodewo. Wajah dan busana sudah berubah, tetapi perilaku dan mentalitas tidak berubah. Mbilung yang berwajah hitam dan penuh bisul memerankan Puntadewa, Togog dengan mulutnya yang lebar menjadi Werkudara, Petruk menjadi Bolodewo dan Bagong memerankan Arjuna.

Kisah asmara Joko Panandang dan Endang Nirasmara yang tidak lain adalah Abimanyu dan istrinya Siti Sendari, serta kelucuan para Punakawan dalam membawakan misi kedamaian, inilah yang menggerakkan alur sehingga cerita mengalir lancar dan segar.
“Kerja sama antara Bakti Budaya Djarum Foundation dengan Pemerintah Kota Semarang, diwujudkan dengan pembangunan Taman Indonesia Kaya sebagai bentuk komitmen dalam memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia khususnya seni pertunjukan kepada generasi muda. Taman dengan panggung seni pertunjukan terbuka pertama di Jawa Tengah ini, kerap menampilkan ragam pagelaran menarik dari kelompok-kelompok seni di Semarang dan sekitarnya. Kami berharap, Taman yang dipersembahkan oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini dapat menjadi ruang publik yang selalu bermanfaat,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

“Ini bukan kali pertama saya berpartisipasi di pementasan wayang orang, namun pementasan kali ini terasa unik, saya beradu akting dengan jajaran pemerintah kota Semarang dan juga rekan jurnalis kota Semarang di panggung Taman Indonesia Kaya yang indah ini. Semoga penampilan saya sebagai Raden Lesmana Mandrakumara dapat menghibur dan menginspirasi para penikmat seni di Semarang,” ujar Indra Bekti yang berperan sebagai Raden Lesmana Mandrakumara dalam pagelaran wayang guyon Punakawan The Peace Maker di Taman Indonesia Kaya.

Hal senada juga disampaikan oleh Indy Barends yang berperan sebagai Dewi Nawangsih, “Senang sekali akhirnya saya dapat tampil di panggung Taman Indonesia Kaya, Semarang dan berpartisipasi dalam pagelaran wayang orang yang juga melibatkan jajaran Pemerintah Kota Semarang dan teman-teman jurnalis. Terima kasih Bakti Budaya Djarum Foundation karena telah melibatkan saya untuk kembali bermain wayang orang, dan melihat keindahan Taman Indonesia Kaya. Terima kasih juga untuk sambutan hangat yang diberikan oleh para penonton Punakawan The Peace Maker malam hari ini.” ujar Indy Barends

No comments:

Post a Comment