Breaking

Friday, 17 May 2019

Sensasi Cantiknya Pantai Batu Bolong, dari Belajar Surfing Hingga Kehidupan di Malam Hari



Belakangan ini, wisata pantai di Bali rumornya beralih dari yang sebelumnya populer akan pantai Kuta, sekarang menjadi sekitaran pantai Canggu. Canggu bak menjadi idola baru bagi para wisatawan mancanegara. 

Berbeda dari pantai Padang Galak, kawasan Canggu, khususnya pantai Batu Bolong ini memang jelas sekali menyuguhkan surfing bagi turis yang datang. Diakui banyak wisatawan dan masyarakat setempat, Batu Bolong selain pantainya yang indah dikala matahari terbenam, namun juga syarat rekomendasi untuk mereka yang mau belajar surfing.

Bertemu dengan salah satu instruktur peselancar, Agus asli dari Bogor, Jawa Barat itu telah menetap di Bali sekira 10 tahun lamanya. Agus menyebut, selama ia menjadi peselancar dan instruktur selancar, Batu Bolong adalah salah satu tempat terbaik untuk surfing.

“Satu tempat terbaik untuk belajar surfing untuk di wilayah Canggu, terutama bagi mereka yang pemula,” sebut pria yang sehari-harinya menjadi instruktur selancar di Warung Sila, Batu Bolong.

Ada hal-hal yang membuat Batu Bolong semakin digemari, yakni ombaknya yang sangat cocok bagi peselancar baru. Terlebih lagi bertepatan dengan musim di bulan Mei ini yang juga cocok untuk berselancar. Seperti dikatakan Agus, musim yang sangat cocok pada bulan kelima ini, patai Batu Bolong semakin diburu wisman.

“Banyak sekali wisatawan mancanegara yang datang, karena memang musimnya lagi bagus. Mereka yang datang kebanyakan dari Inggris, Europe, Jerman, Netherland, Perancis, Amerika dan masih banyak negara eropa lainnya.”

Lebih Natural


Minat dan kunjungan wisatawan intensitasnya hampir sama antara Berawa dan Batu Bolong, bahwa pantai adalah destinasi mengagumkan bagi mereka. Meski demikian, bagi sebagian orang menganggap Batu Bolong lebih natural. Alasannya Batu Bolong belum tidak banyak berdiri bangunan dan hanya ada warung-warung tempat belajar selancar yang terbuat dari bambu.

Menurut Agus pun demikian, setelah lama ia menjadi instruktur di Berawa, ia melihat wisatawan tertarik akan Batu Bolong karena labih natural dan termasuk destinasi baru untuk kategori wisata pantai.

“Sebelumnya saya pernah menjadi instruktur ‘surfing’ di Berawa, tapi menurut saya karena banyak bangunan yang dibangun jadi naturalnya berbeda dengan di pantai Batu Bolong. Batu Bolong kan bangunannya dari bambu, jadi masih terasa tradisional,” sebut lelaki yang tak jarang bernyanyi di bar-bar ini.

Belajar ‘surfing’


Kepada Moreschick, Agus menceritakan apa yang menjadi daya tarik Batu Bolong dan sekitaran Canggu. Terutama mengenai surfing, ia menyebut, bagi mereka yang baru belajar hanya dikenakan tarif sekira Rp350 ribu. Tetapi tidak hanya surfing saja, di sekitaran Batu Bolong juga ada kursus yoga sebagai salah satu daya tarik dari gaya hidup masyarakat mancanegara.

“Kalau surf itu biaya sekitar harga per orang sekira 350 ribu, per dua jam. 1,5 jam pemanasan 1,5 jam di air. Nah saya jika ada yang belajar, misalnya selama satu bulan atau seminggu, kita kasih harga spesial. Misalnya, satu minggu belajar gratis, tapi papan seluncurnya bayar,”

“Surfing sangat bagus untuk wawasan kita. Bisa bertemu orang dari negara-negara eropa, dan mau belajar bahasa Inggris dan pantai adalah tempatnya.”

Sekitaran pantai Batu Bolong juga terdapat banyak bar dengan sajian musik yang lebih sering didengar yaitu musik reggae. Bar dan kehidupan malam di sekitran Batu Bolong, Canggu ini pun mengundang wisatawan untuk datang dan menikmati kehidupan Bali di malam hari.

“Banyak sekali yang beralih dari Kuta ke Canggu, terutama memang karena lautnya. Kebanyakan turis nyaman di tempat yang baru buka. Dan masalah biasanya malah datang dari manusianya yang bikin tidak nyaman, seperti copet,” jelas anak pertama dari 3 bersaudara ini.

No comments:

Post a Comment