Breaking

Thursday, 9 May 2019

Pantai 'Pasir hitam' Padang Galak Bali dan Fenomenanya



Keindahan Pantai Padang Galak, Pasir Hitam dan Banyak Kisah Unik Lainnya
Menjelajahi beberapa tempat wisata di Bali khususnya pantai, semua seakan terlihat sama saja. Mulai dari kencangnya angin menerpa dan suara ombak yang tak pernah hilang. Akan tetapi, pantai Padang Galak ini punya ciri khas pasir warna hitam. 

Area wisata pantai Padang Galak  juga tidak jauh dengan pantai Sanur, mungkin hanya berjarak beberapa kilo saja atau kurang lebih 10 menit jika menggunakan kendaraan. Dari kedua pantai berdekatan itu, yang membedakan dua pantai itu tentunya warna pasir Padang Galak yang hitam.  

Penikmat bukan ‘bule’

Saat Moreschick masuk menuju area wisata pantai Padang Galak, ternyata hanya dikenakan biaya retribusi 2 ribu rupiah saja. Seperti tidak sebanding dengan keindahan wisata yang didapatkan.

Pantai ini juga begitu panjang dan luas sekali, dan kebanyakan penikmat pantai ini bukanlah mereka wisatawan mancanegara tetapi orang-orang lokal yang datang. Ada yang datang untuk berwisata tetapi juga ada yang datang untuk Nyadran (Nglarung Sesaji), merupakan sebuah tradisi yang dilakukan dalam waktu-waktu tertentu. 

Dalam peliputan ini Moreschick sempat bertemu dengan salah seorang fotografi yang ternyata mahasiswa tingkat akhir jurusan Desain Komunikasi Visual, di salah satu Universitas di Bali. Ia bernama Gusti. Gusti menyebutkan hal yang unik dari Padang Galak memang ternyata pasir hitamnya, salah satu pembeda dari banyak pantai di Bali. 

Pantai horor dan festival layang-layang

Pantai Padang Galak sempat disebutkan sebagai salah satu pantai yang horor  pada beberapa waktu belakangan ini. Menurut masyarakat Bali, Gusti salah satunya juga menyebutkan rumor itu mengemuka lantaran taman festival yang berada di area Padang Galak ditutup selama sekian tahun lamanya. “Selang beberapa tahun ditutup, taman Festival dirumorkan angker dan dihuni mahluk halus,” sebut Gusti.

Akan tetapi, dalam beberapa bulan ini diketahui Padang Galak sudah tidak lagi ditutup dan beberapa kali dipakai untuk aktifitas masyarakat sejak diketahui ditutup pada tahun 1990-an silam. “Sekarang dibuka untuk kegiatan festival motor dan sebagai tempat bermain air soft gun setiap hari Minggu.” 

Terlepas dari itu semua, pada bulan Juli mendatang, Padang Galak sebagai tempat yang akan didatangi banyak orang yang khususnya menyukai layang-layang. Akan ada banyak sekali layang-layang mengudara dengan ukuran besar dan bentuknya yang indah saat terbang di langit persembahan Bali Kit Festival. 

Cerita mengenai festival layang-layang di pantai Padang Galak juga akan ditayangkan di Moreschick. Dengan demikian, ikuti berita-berita seru dari kami bagi anda para penggemar wisata, budaya dan seni. Salam pesona! 

No comments:

Post a Comment