Breaking

Monday, 15 April 2019

Suara dan Harapan Indonesia Art Movement Bertajuk ‘Hip Hope Papua’



Penikmat seni mendapat hiburan dari pertunjukan bertajuk Hip Hope Papua oleh kelompok seni asal Jayapura yaitu Indonesia Art Movement (IAM). Pertunjukan dari Indonesia Art Movement (IAM) berdurasi kurang lebih 60 menit, dan merupakan suara dan harapan pada generasi muda di Papua tentang kerusakan alam yang banyak terjadi di Papua. 

Disajikan dalam kolaborasi gerak tari khas Papua, noken (tas tradisional masyarakat Papua yang dibawa dengan menggunakan kepala dan terbuat dari serat kulit kayu), dan alat musik tifa yang dimainkan secara apik oleh kelompok seni Indonesia Art Movement semakin mewarnai Panggung Ruang Kreatif .
.
“Sebagai kelompok seni yang terdiri dari berbagai macam latar belakang pendidikan, sosial, budaya, dan agama, kami hadir untuk menguatkan kebersamaan, persaudaraan dan mencerdaskan kehidupan anak bangsa di tanah Papua melalui satu cara, yaitu, seni. Karya ini lahir dari keprihatinan kami akan alam indah Papua yang semakin hari semakin rusak. Kami mengajak penikmat seni semua, agar selalu menjaga dan memiliki rasa peduli terhadap alam Indonesia yang indah ini. Kami harap, rasa cinta kami pada alam ini, dapat dirasakan oleh masyarakat yang menyaksikan pertunjukan ini,” ujar Rusdi Apriyanto Matlawa selaku pimpinan produksi dari Hip Hope Papua.

Indonesia Art Movement merupakan komunitas yang digagas oleh Iam Murda pada tanggal 8 April 2016, sebagai wadah untuk merangkul pemuda-pemudi kreatif di Jayapura yang sangat mengapresiasi perkembangan seni budaya tradisional dan juga seni urban di Papua khususnya Jayapura. Terpanggil untuk melakukan upaya dalam membantu mengembangkan dan membangkitkan potensi generasi muda Papua tanpa meninggalkan nilai kearifan budaya lokal melalui berbagai event dan lomba seni budaya.

Road Show


Setelah melalui rangkaian roadshow Bincang Kreatif Seni Pertunjukan di Pekanbaru, Solo, Makassar, dan Bali, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan Art Project Development Proposal. Dari 413 proposal yang diterima, 30 komunitas seni berkesempatan untuk mengikuti workshop seni pertunjukan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta dengan diwakili oleh para Pimpinan Produksi.

Dengan adanya rangkaian program dan adanya proses seleksi terbaik melalui mekanisme pitching forum di hadapan para juri professional, maka terpilihlah 14 komunitas seni yang berhasil mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karyanya di Galeri Indonesia Kaya pada bulan Maret – April 2019.

Dalam proses persiapan pertunjukan, 14 kelompok terpilih program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan didampingi oleh para mentor yang ahli dalam bidangnya, seperti Garin Nugroho, Eko Supriyanto, Ratna Riantiarno, Rama Soeprapto, Djaduk Feriyanto, Tinton Prianggoro, Iswadi Pratama, Ruth Marini, Subarkah Hadisarjana, Hartati, dan Butet Kartaredjasa.

“Papua merupakan sumber daya industri kreatif di Indonesia,  bahkan di negara-negara lain, seniman kulit hitam memberi kehidupan bagi industri musik dan tari. Tarian hip hop sendiri merupakan ruang kebersamaan dan ekspresi yang populer bagi  generasi muda Papua. Pertunjukan Hip Hope Papua menjadi salah satu contoh tentang genuinitas generasi muda Papua yang sering dilupakan, semoga pertunjukan ini dapat menjadi sebuah pengingat agar industri kreatif di Papua dapat terus berkembang,” ujar Garin Nugroho selaku mentor dari Indonesia Art Movement.

No comments:

Post a Comment