Breaking

Monday, 25 March 2019

Perkembangan Teknologi Hanya 'Chanda' oleh Teater Kuncup Mekar


Dengan tema Panggung Ruang Kreatif, Galeri Indonesia Kaya persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation senantiasa menghadirkan ragam pertunjukan menarik dari 14 Kelompok Seni Terpilih Program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia di akhir pekan. 

Setelah kemarin para penikmat seni dihibur dengan penampilan dari Teater Pintu, hari ini kelompok seni asal Kudus, Teater Kuncup Mekar mempersembahkan pertunjukan teater bayangan berjudul Chanda.

“Selain bisa mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan sebuah pertunjukan yang menarik ke hadapan para penikmat seni, banyak juga ilmu pertunjukan yang kami peroleh setelah mengikuti proses mentoring dalam program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia bersama mentor kami, Iswadi Pratama dari Teater Satu Lampung. Kami diajarkan bagaimana cara mengolah pengamatan kami tentang fenomena perkembangan teknologi yang terjadi di sekitar menjadi sebuah naskah pertunjukan yang baik. Semoga semua ilmu yang kami peroleh dapat berguna bagi karya-karya kami kini dan nanti,” ujar Itsna Amalia Fadlilah selaku Pimpinan Produksi Teater Kuncup Mekar.

Penikmat seni yang memenuhi Auditorium Galeri Indonesia Kaya disuguhkan sebuah pertunjukan teater yang mengangkat kegelisahan generasi muda di era sekarang, seperti cuek, anti sosial dan mudah marah. Selama kurang lebih 60 menit, penikmat seni disuguhkan sebuah lakon yang mengangkat fenomena perkembangan teknologi. Tidak hanya mengangkat sebuah fenomena, pertunjukan ini juga mencoba untuk menumbuhkan semangat reconnect relationship atau menghubungkan kembali hubungan salah satunya melalui tatap muka dan saling berbicara, dengan harapan proses komunikasi tatap muka yang sudah diajarkan dari kebiasaan di rumah dan diajarkan sejak dini dari orangtua terhadap anak, dapat menjadi bekal untuk anak bersosialisasi dan menjadikannya pribadi yang baik terhadap masyarakat maupun lingkungannya.



“Perkembangan teknologi yang pesat sangat berdampak terhadap kehidupan sehari-hari, bahkan dapat memudahkan kita melakukan berbagai kegiatan seperti berkomunikasi dengan orang yang jauh dari kita. Namun terkadang teknologi juga dapat menjauhkan kita dari orang-orang terdekat, misalnya hubungan antara orangtua dan anak yang merenggang karena sibuk dengan gadget masing-masing. Melalui pementasan Chanda di sore hari ini, Teater Kuncup Mekar mengingatkan kita betapa pentingnya komunikasi secara langsung. Dengan begitu generasi muda akan lebih menghargai identitas asli bangsanya di tengah perkembangan zaman yang semakin maju,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

“Remaja sekarang ini sedang dalam kondisi sangat banyak kegelisahan untuk mempertanyakan gairahnya dalam menemukan dan mencari itu sedang tumbuh dan sangat besar. Apa yang bisa mereka pelajari dari program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia ini sangat berguna untuk pengembangan potensi dari berkesenian yang mereka jalani, karena hakikat di dalam seni itu bagaimana kita memahami diri dan memahami orang lain serta lingkungan dimana tempat kita hidup” ujar Iswadi Pratama selaku mentor dari kelompok Teater Kuncup Mekar.

Setelah melalui rangkaian roadshow Bincang Kreatif Seni Pertunjukan di Pekanbaru, Solo, Makassar, dan Bali, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan Art Project Development Proposal. Dari 413 proposal yang diterima, sebanyak 30 komunitas seni berkesempatan untuk mengikuti workshop seni pertunjukan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta dengan diwakili oleh para Pimpinan Produksi. Melalui rangkaian program dan adanya proses seleksi terbaik melalui mekanisme pitching forum di hadapan para juri profesional, kemudian terpilihlah 14 komunitas seni yang berhasil mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karyanya di Galeri Indonesia Kaya pada bulan Maret hingga April 2019.

Dalam proses persiapan pertunjukan, 14 kelompok terpilih program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan didampingi oleh para mentor yang ahli dalam bidangnya seperti, Garin Nugroho, Eko Supriyanto, Ratna Riantiarno, Rama Soeprapto, Djaduk Feriyanto, Tinton Prianggoro, Iswadi Pratama, Ruth Marini, Subarkah Hadisarjana, Hartati, dan Butet Kartaredjasa.

Teater Kuncup Mekar berdiri pada 15 Januari 1991, tepatnya di Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Teater Kuncup Mekar banyak melakukan aktivitas pentas di kecamatan, mengadakan kemah bakti teater, latihan rutin, workshop, pentas keliling kota serta membangun jaringan kerja seni dengan berbagai komunitas seni lain di Kudus maupun di luar kota. Teater Kuncup Mekar menjadi wadah bagi generasi muda berbakat, kreatif, dedikatif dan inovatif yang ingin mengembangkan potensi dan melakukan kegiatan-kegiatan kreatif.

No comments:

Post a Comment