Breaking

Monday, 25 March 2019

Mumpung Masa Kampanye, Grup Band FAT Rilis "Atas Nama Rakyat"



Fun As Thirty (FAT) adalah band pengusung melodic punk yang dibentuk di Surakarta pada 25 Desember 2016. Setahun kemudian, 25 Desember 2017, FAT langsung merilis album 'self titled' pertamanya. 

Kini, Sebelum meluncurkan album kedua mereka, FAT merilis sebuah video musik yang tidak biasa. Lewat single terbarunya berjudul 'Atas Nama Rakyat', mereka mengangkat isu sosial politik. Lagu tersebut merespon turunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap para anggota dewan di gedung MPR/DPR.

"Lagu ini ditujukan untuk siapa saja yang menjual nama rakyat demi mendapatkan keuntungan pribadi ataupun golongan/partai. Menjelang pemilu akan banyak sekali calon-calon legislatif yang mengupayakan segala cara untuk mendapatkan suara banyak," kata vokalis FAT, Hanton.

Bila hanya dijadikan sekedar jargon politik, kelak tentu saja rakyat bakal ditinggalkan ketika mereka terpilih. Menurut FAT ada banyak anggota legislatif yang sebenarnya kurang berkompeten. "Mari kita lihat kembali kasus RUU Permusikan yang baru-baru saja terjadi. Itu hanya secuil masalah yang tampak di permukaan. Ibarat gunung es," tambahnya.

Sejak mencuatnya polemik RUU Permusikan, FAT memang sudah bersuara lantang baik di atas panggung maupun di media sosial mereka.

Menurut Fun As Thirty, tugas anggota dewan hanyalah perantara untuk memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan terhadap masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan. FAT ingin agar masyarakat semakin sadar, dan tidak sembarangan memilih.

"Jangan pilih oknum-oknum yang sudah mempunyai track record jelek. Kita juga semakin dituntut lebih kritis untuk mengawal kinerja para wakil rakyat. Vox populi vox dei. Suara rakyat adalah suara Tuhan," tegas Hanton.

Untuk tema-tema lagu FAT lainnya di album ke-2 pastinya sangat relevan dengan yang terjadi di Indonesia saat ini.



Fun As Thirty terbentuk di Surakarta pada tanggal 25 Desember 2016. Unit melodic punk asal kota bengawan yang kini beranggotakan Hanton Prasetyo (Vocal & Guitar), Dhimas Satyanggoro (Bass & Back Voc), Ezra Nugroho (Guitar & Back Voc) dan Ari Hamzah (Drum).

Respon yang didapat dari perilisan album pertama ternyata cukup menyenangkan. Rilisan berupa boxset yang berisi kaset pita dan beberapa merchendise yang diproduksi limited 100pcs pun ludes terjual.

Unggahan ketiga single dari album tersebut “Terjaga”, “Mimpi Yang Tertunda” dan “Fun As Thirty” di kanal youtube mereka sampai saat ini masing masing sudah ditonton oleh masing masing 25.000 viewers dan mendapatkan 2.400 subscribers. Begitu pula di gerai digital Spotify, sampai akhir tahun 2018 album pertama tersebut sudah distreaming sebanyak 19.000 kali.

Bulan July 2018 lalu, Fun As Thirty melakukan rangkaian Fun As Tour dengan tujuan untuk mengenalkan Fun As Thirty dan mempromosikan album pertama. Kota yang disinggahi antara lain Tegal, Purwokerto, Malang, Surabaya, Jember, Lumajang dan Lamongan. Sebulan kemudian di bulan Agustus 2018 Fun As Tour berlanjut, kali ini Fun As Thirty berkunjung ke Pulau Dewata. St. Jhon Cafe, Sanur Garage, Gimme Shelter, Broadcast Space dan Twice Bar adalah gigs yang disambangi Fun As Thirty Selama di pulau Bali.


Atas Nama Rakyat Lyric

Atas nama rakyat kau selalu berkoar

Pembenaran diri seperti jiwamu sakral

Bersikap seolah kalian adalah Tuhan yang tak pernah salah.

Mulutmu kebohongan

Dengan imunitas kalian ingin bebas

Persetan wacana masalah moralitas

Kalian bukanlah sosok yg impunitas

Menunggu waktu kalian akan dibalas

Kursi itu kaudapat dengan darah

Keringat kepercayaan golongan bawah

Wahai kalian yg sering tertidur pulas

Sudah cukup, kalian culas!!!

Director : Slinkybones
DOP : Huda Ramadhan
Make up fx : Siti Rohmana
Gaffer : Bryan Maharditya
Assistant : Riza Imadi
Runner : Pandu Selpa

Post Production : Boneless Visual
Foley & Scoring : Momo Biru
Still Photo : Mario Ramadhan
Behind The Scene : Afri Ichtiarto
Supported by : Dehunter Pictures, Xcode Films, Ruang Maya

Link video music 'Atas Nama Rakyat': klik

No comments:

Post a Comment