Breaking

Thursday, 21 March 2019

Keadaan Orang Utan Dalam Pertunjukan di Institute Tingang Borneo


Setelah melalui rangkaian roadshow Bincang Kreatif Seni Pertunjukan di Pekanbaru, Solo, Makassar, dan Bali, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan Art Project Development Proposal. 

Dari 413 proposal yang diterima, sebanyak 30 komunitas seni berkesempatan untuk mengikuti workshop seni pertunjukan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta dengan diwakili oleh para Pimpinan Produksi.

Melalui rangkaian program dan adanya proses seleksi terbaik melalui mekanisme pitching forum di hadapan para juri professional, kemudian terpilihlah 14 komunitas seni yang berhasil mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karyanya di Galeri Indonesia Kaya pada bulan Maret hingga April 2019. Hari ini, salah satu dari 14 kelompok terpilih Program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia, Institute Tingang Borneo Theater (ITBT) tampil ke hadapan para penikmat seni dengan pertunjukan UTAN.



Pertunjukan dibuka dengan pembacaan karugut (sastra lisan suku Dayak) yang diiringi dengan iringan merdu dari alat musik kecapi. ITBT juga menampilkan video visualisasi dan wawancara kegiatan penyelamatan Orang Utan, rehabilitasi, hingga pelepasliaran Orang Utan Kalimantan.

Dilanjutkan dengan pembacaan monolog yang menceritakan pengalaman bekerja di bidang konservasi dan penyelamatan Orang Utan di Kalimantan. Pertunjukan berdurasi kurang lebih satu jam ini ditutup dengan tarian Bukung yang merupakan kebudayaan khas suku Dayak untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan dan mengantarkan ruh kembali kepada sang pencipta.

No comments:

Post a Comment