Breaking

Tuesday, 15 January 2019

Film Keluarga Cemara Sudah Ditonton Satu Juta Penonton Lebih!


Mencapai sejuta penonton lebih di masa ketika liburan sudah usai Keluarga Indonesia menyambut Keluarga Cemara dengan hangat. Pada hari ke 10 penayangannya, Keluarga Cemara telah mencapai 1,000,000++ penonton. 

Jumlah 1,000,000 penonton lebih ini bukan hanya pencapaian untuk film Keluarga Cemara saja melainkan pencapaian untuk industri perfilman Indonesia yang membuka tahun 2019 dengan apresiasi tinggi dari penonton. Apalagi genre film keluarga semua umur masih terbilang jarang di Indonesia.

Jumlah penonton bertambah terus sehingga dalam sepekan sesudah tayang pada 3 Januari 2019 kemarin, sudah mencapai 660 ribu penonton. Kini kurang dari dua minggu semenjak tayang, jumlah penonton sudah melonjak drastis mencapai satu juta lebih bahkan di kala para penonton Indonesia sudah usai melaksanakan liburan akhir tahun. Hal ini menandakan bahwa filmnya dibutuhkan dan perlu ditonton oleh banyak orang.

Tahun 2019 dibuka dengan standar tertinggi dalam sebuah kisah mengenai keluarga. Sejuta penonton lebih untuk Keluarga Cemara menjadi sebuah pembuktian bahwa penonton Indonesia membutuhkan kisah yang mewakili nilai-nilai inspiratif dan transformatif.

Siapa yang tidak ingat Keluarga Cemara? Karya dari kreator Arswendo Atmowiloto ini menjadi serial televisi legendaris pada pertengahan tahun 1990an. Kesederhanaan Keluarga Cemara di layar kaca mengingatkan penonton Indonesia pada masa itu bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga.



Kini satu dekade berselang lebih semenjak serial televisinya berhenti tayang, Visinema Pictures mengangkat kisahnya ke layar lebar. Mengajak Yandy Laurens, sutradara muda yang pernah memenangkan Piala Citra tahun 2013 untuk film pendeknya, Wan An, ini adalah debut perdananya di layar lebar. Lalu juga ada Gina S. Noer sebagai produser dan penulis naskah yang juga pernah memenangkan Piala Citra untuk skenario adaptasi terbaik pada film Habibie & Ainun dan Anggia Kharisma yang sukses dengan franchise Filosofi Kopi, kisah perjalanan Keluarga Cemara versi layar lebar ini sukses ditonton 92.186 penonton pada hari pertama tayang.

Dari berbagai penjuru Indonesia, banyak penonton terinspirasi dan mengagumi dua pendatang baru di filmnya yang bermain dengan apik, Zara JKT 48 yang menjadi idola remaja baru dan Widuri Puteri sebagai artis cilik pendatang baru. Keduanya bahkan bersaing dalam kategori aktris remaja baru di Piala Maya. Sinergi mereka dengan Ringgo Agus Rahman sebagai Abah dan Nirina Zubir sebagai Emak, terbukti memikat keluarga Indonesia.

Dari praktisi parenting, selebritas hingga pemangku kebijakan di pemerintah silih berganti memuji kualitas film ini. Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi juga mengungkapkan hal yang senada; “Ini film bagus sekali penggarapannya, yang penting film ini membawa nilai, bahwa hal yang paling berharga adalah keluarga.



Di tengah hiruk pikuk kemajuan zaman ada satu pesan yang ada di film ini, yakni arti keluarga.” Lalu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang ikut menonton berpendapat: “Pesan penting, mengembalikan cerita tentang keluarga jadi mainstream. Film ini juga unik. Biasanya cerita keberhasilan itu adalah meraih keberhasilan di atas, sekarang kita ditunjukkan narasi keberhasilan adalah bangkit dari jatuh,” ungkapnya.

Lalu komentar pemain film Reza Rahadian juga positif: “Tidak berlebihan sama sekali, penampilan para pemain sangat luar biasa bagus. Jadi buat saya Keluarga Cemara adalah potret keluarga Indonesia masa kini” kata Reza.



Diadaptasi dari serial TV populer “Keluarga Cemara” karya  Arswendo Atmowiloto

Film : Keluarga Cemara
Sutradara : Yandy Laurens
Penulis Skenario : Gina S. Noer, Yandy Laurens
Produser pelaksana     : Syaiful Wathan
Produser pendamping : Nurita Anandia W, Ajeng Parameswari
Produser eksekutif pendamping: Ronny Wilimas Sugiadha, Hasan Yahya, Moelyono Soesilo
Produser eksekutif: Angga Dwimas Sasongko, Gita Wirjawan, Andi Boediman, Pandu Birantoro, Rahadian Agung, Mandy Marahimin
Produser: Anggia Kharisma, Gina S. Noer
Pemeran: Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Zara JKT48, Widuri Puteri, Maudy Koesnaedi, Asri Welas, Yasamin Jasem, Kafin Sulthan, Ariyo Wahab, Abdurrahman Arif, Kawai Labiba M.A, Josia Frederico, Citra Ayu, Melati JKT 48, Eve JKT 48, Vanka JKT 48, Aci Resti, Wawan Cenut, Widi Mulia, Andrew Trigg, Maudy Koesnaedy, Arswendy Bening Swara, Arief Didu, Bang Tigor, Gading Marten, Dayu Wijanto, Zivara Ruciragati, Nurita Anandia, Sabrina Rochelle, Epi Kusnendar, Kiki Narendra

No comments:

Post a Comment