Breaking

Saturday, 5 January 2019

Film Keluarga Cemara Bisa Bangkitkan Semangat Kembali ke Rumah

Masih teringat dalam benak kita, khususnya mereka yang besar di tahun 90an, akan sebuah serial televisi mingguan mengenai keluarga yang hidup dalam kesederhanaan namun tetap bisa bahagia. Kesabaran Abah, keuletan Emak, kebijaksanaan Euis dan kepolosan Ara membuat nama Keluarga Cemara meninggalkan jejak yang mendalam bagi keluarga-keluarga Indonesia.

Apalagi lirik lagu “Selamat pagi abah/selamat pagi emak/mentari ini berseri indah” menjadi lirik yang diingat semua orang. Kesederhanaan dan kekuatan untuk bertahan dalam situasi sulit yang dibantu kehangatan keluarga dan lagu “Harta Berharga” selalu muncul dalam perbincangan bertemakan “keluarga harmonis”, walau serialnya sudah berhenti tayang.

Kini hampir satu dekade lebih berselang semenjak serial televisinya terakhir tayang, Visinema Pictures mengangkat kembali semangat bahagia dalam keluarga dengan film Keluarga Cemara. Tentunya waktu yang sudah lama berselang dan zaman yang sudah berubah membutuhkan penafsiran dan penampilan baru, maka terpilihlah Ringgo Agus Rahman (Abah), Nirina Zubir (Emak), Zara JKT 48 (Euis) dan Widuri Puteri (Ara) sebagai Keluarga Cemara versi baru. 

Mengajak Yandy Laurens, sutradara muda yang pernah memenangkan Piala Citra tahun 2013 untuk film pendeknya, Wan An, lalu Gina S. Noer sebagai produser dan penulis naskah yang juga pernah memenangkan Piala Citra untuk skenario adaptasi terbaik pada film Habibie & Ainun dan Anggia Kharisma yang sukses dengan franchise Filosofi Kopi,  Visinema Pictures menghadirkan awal kisah perjalanan Keluarga Cemara. Cemara sendiri bukan hanya nama panjang dari karakter Ara, namun melambangkan filosofi Cemara yakni sebuah pohon yang  kuat dan tahan pada berbagai musim. 

Film ini sempat laris manis dan mengharu biru di ajang JAFF (Jogja Netpac Asian Film Festival) akhir November lalu. Reaksi penonton begitu positif, sehingga antrian penonton membludak untuk sesi penayangan hari kedua dan ketiga di ajang JAFF. Mereka rela antri 2.5 jam hanya untuk menjadi yang pertama menonton filmnya sebelum rilis resmi. Pada ajang JAFF pula, film produksi Visinema Pictures bekerjasama dengan Ideosource dan Kaskus ini, mendapatkan nominasi di kategori Indonesian Screen Awards. 

Resmi 3 Januari 2019 dan pada sebelumnya 20 Desember 2018 dilaksanakan Gala Premiere film Keluarga Cemara di Epicentrum XXI. Dalam kesempatan ini kreator Keluarga Cemara, Arswendo Atmowiloto mengatakan, Keluarga Cemara adalah keluarga yang mampu mengucap dan mengungkapkan rasa syukur dalam air mata, juga senyum bersama.  

Rasa syukur dan nostalgia juga menjadi salah satu elemen dalam film Keluarga Cemara, apalagi Bunga Citra Lestari menyanyikan lagu “Harta Berharga” dengan aransemen yang segar dari Ifa Fachir yang membuat penonton bernostalgia akan lagu legendaris tersebut. 

Akan rilisnya film Keluarga Cemara ini juga dimaknai sebagai hari kelahiran oleh sutradara Yandy Laurens yang juga turut serta menuliskan naskahnya. “Premiere film mungkin bisa diartikan sebagai hari kelahiran sebuah film. Orang orang terdekat datang untuk berjumpa dengan film yang telah dikandung dalam disiplin dan sayang. Bagi saya hari ini sangat berarti karena film Keluarga Cemara menjadi bagian dari keluarga besar perfilman Indonesia dan menjadi bagian di hati yang berjumpa dengannya. Selamat menonton!” ungkap Yandy.

Terlibat sebagai produser dan penulis naskah film Keluarga Cemara, Gina S. Noer menyatakan, “Keluarga Cemara mencoba memberikan inspirasi tentang harmoni dan keteguhan saat cobaan mendera keluarga. Kami rasa penting untuk mengembalikan nilai-nilai baik ini dalam sebuah film yang bisa ditonton seluruh anggota keluarga. Semoga gala premiere ini bisa menjadi awalan dari gelombang banyaknya keluarga yang ke bioskop bersama. Karena, 2019 perlu kita awali dengan sebuah kisah mengapa kita harus tetap kembali ke keluarga"

Hal senada diungkapkan oleh Anggia Kharisma sebagai produser film Keluarga Cemara: “Ini adalah film yang tepat untuk memulai awal tahun dengan penuh kebaikan. Film Keluarga Cemara akan menghangatkan sekaligus menyemangati keluarga Indonesia dalam menyambut tahun yang baru, dengan hal-hal yang menguatkan” kata Anggia.

Sedangkan CEO Visinema Group sekaligus produser eksekutif film Keluarga Cemara, Angga Dwimas Sasongko mengungkapkan: “Kami di Visinema Pictures percaya bahwa keluarga Indonesia perlu sebuah film yang bisa menjadi tontonan bersama sekeluarga”

Yang menarik dicatat juga adalah keberadaan GO-JEK sebagai sponsor, VP Marketing GO-TIX, Muhamad Ario Adimas mengungkapkan apresiasinya atas “kembalinya” film Keluarga Cemara ke layar lebar. “GO-JEK senantiasa mendukung perfilman tanah air. Film Keluarga Cemara ini dapat dikatakan sebagai film keluarga yang memiliki tempat spesial di hati masyarakat kita. Film ini hadir sebagai salah satu tayangan keluarga yang berisi pesan moral dan dinikmati keluarga. Kontennya mendidik dan berkualitas. Ketika sekarang film ini tayang di layar bioskop, GO-JEK sangat senang untuk berkolaborasi,” ungkap Mohamad Ario Adimas. “Dengan GO-TIX sebagai official partner dapat memberikan pengalaman terbaik dalam memesan tiket secara online, karena pengguna dapat memilih seat tanpa perlu antri panjang. Selain itu, setiap pembelian satu tiket di GO-TIX, maka pengguna secara langsung juga turut menyumbang Yayasan Save The Children.” tambahnya.

Film Keluarga Cemara bercerita mengenai sebuah cobaan yang mendera keluarga Abah. Abah, sebagai kepala rumah tangga harus mengambil langkah cepat agar keluarganya selamat dari kebangkrutan. Hal ini juga dilakukan Emak mencoba menjadi seorang ibu yang bisa menyeimbangkan perannya dalam keluarga ketika Euis sebagai anak tertua yang punya cita-cita tinggi dan Ara yang paling muda  dan ceria juga harus berhadapan dengan situasi baru ini. Bersama-sama mereka saling menguatkan dalam menghadapi permasalahan yang ada.

Setelah satu dekade lebih berselang, film Keluarga Cemara akan bisa disaksikan pada awal tahun nanti, menyajikan tidak hanya nostalgia, namun juga tontonan bersama keluarga yang hangat di awal tahun.


Diadaptasi dari serial TV populer “Keluarga Cemara” karya  Arswendo Atmowiloto

Film : Keluarga Cemara

Sutradara : Yandy Laurens

Penulis Skenario : Gina S. Noer, Yandy Laurens

Produser pelaksana     : Syaiful Wathan

Produser pendamping : Nurita Anandia W, Ajeng Parameswari

Produser eksekutif pendamping: Ronny Wilimas Sugiadha, Hasan Yahya, Moelyono Soesilo

Produser eksekutif: Angga Dwimas Sasongko, Gita Wirjawan, Andi Boediman, Pandu Birantoro, Rahadian Agung, Mandy Marahimin

Produser: Anggia Kharisma, Gina S. Noer

Pemeran: Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Zara JKT48, Widuri Puteri, Maudy Koesnaedi, Asri Welas, Yasamin Jasem, Kafin Sulthan, Ariyo Wahab, Abdurrahman Arif, Kawai Labiba M.A, Josia Frederico, Citra Ayu, Melati JKT 48, Eve JKT 48, Vanka JKT 48, Aci Resti, Wawan Cenut, Widi Mulia, Andrew Trigg, Maudy Koesnaedy, Arswendy Bening Swara, Arief Didu, Bang Tigor, Gading Marten, Dayu Wijanto



Instagram: @FilmKeluargaCemara

Twitter: @FilmKelCemara

No comments:

Post a Comment